Perbedaan Penulisan Prompt Midjourney, DALL·E, dan Leonardo AI

Perbedaan Penulisan Prompt Midjourney, DALL·E, dan Leonardo AI

 


Dalam dunia AI image generation, prompt adalah kunci utama. Prompt yang bagus bisa menghasilkan visual yang luar biasa, sementara prompt yang asal-asalan sering berujung pada hasil yang tidak sesuai ekspektasi.

Namun, satu hal penting yang sering disalahpahami pemula adalah:

Satu prompt tidak selalu cocok untuk semua AI.


Midjourney, DALL·E, dan Leonardo AI punya cara membaca prompt yang berbeda. Di artikel ini, kita akan membahas perbedaan penulisan prompt ketiganya secara terstruktur, santai, dan mudah dipahami, tapi tetap dengan sudut pandang seorang praktisi.


Gambaran Singkat Karakter Tiap AI

Sebelum masuk ke teknis penulisan, kita perlu paham dulu karakter dasar masing-masing AI.


AI Karakter Utama
Midjourney
Artistik, ekspresif, sangat patuh gaya visual
DALL·E
Natural language friendly, realistis, literal
Leonardo AI
Fleksibel, teknis, cocok untuk production asset


Kalau dianalogikan:

  • Midjourney = seniman
  • DALL·E = fotografer + asisten kreatif
  • Leonardo = desainer teknis & game artist


1. Penulisan Prompt Midjourney


Karakter Prompt Midjourney

Midjourney lebih suka prompt deskriptif visual, bukan kalimat panjang seperti cerita.

Ia membaca prompt sebagai:

  • objek utama
  • detail visual
  • gaya seni
  • pencahayaan
  • kamera
  • mood
  • parameter teknis


Struktur Prompt Midjourney (Ideal)

[SUBJEK UTAMA], [DETAIL VISUAL], [LINGKUNGAN], [LIGHTING], [STYLE], [CAMERA], [QUALITY]


Contoh Prompt Midjourney

A cinematic portrait of a young man wearing a black leather jacket, dramatic rim light, dark moody background, ultra-detailed, photorealistic, 85mm lens, shallow depth of field --ar 4:5 --v 6


Ciri Khas Prompt Midjourney

  • Menggunakan kata sifat visual (cinematic, dramatic, moody)
  • Sering memakai koma, bukan kalimat penuh
  • Sangat bergantung pada parameter seperti:
    • --ar (aspect ratio)
    • --stylize
    • --chaos

👉 Tips :

Jangan kebanyakan cerita. Fokus ke apa yang terlihat, bukan apa yang dirasakan.


2. Penulisan Prompt DALL·E


Karakter Prompt DALL·E

DALL·E paling pintar memahami bahasa manusia. Ia nyaman dengan kalimat panjang dan konteks naratif.

Kalau Midjourney suka "list visual", DALL·E suka cerita yang jelas dan spesifik.


Struktur Prompt DALL·E (Natural Language)

A clear description written like explaining to a human.


Contoh Prompt DALL·E

A realistic photo of a young man standing in a modern city street at sunset. He is wearing a black leather jacket and looking confidently at the camera. The lighting is warm and cinematic, with soft shadows and natural skin tones. Shot on a professional DSLR camera, high detail.


Ciri Khas Prompt DALL·E

  • Menggunakan kalimat lengkap
  • Sangat patuh pada konteks dan instruksi eksplisit
  • Cocok untuk:
    • ilustrasi edukasi
    • foto realistis
    • konsep visual yang harus "aman" dan jelas


👉 Tips :

Anggap DALL·E seperti manusia yang kamu briefing. Semakin jelas bahasanya, semakin presisi hasilnya.


3. Penulisan Prompt Leonardo AI


Karakter Prompt Leonardo AI

Leonardo AI adalah AI paling teknis di antara ketiganya.

Ia unggul untuk:

  • game asset
  • karakter 3D
  • konsep art
  • produksi komersial

Leonardo membaca prompt sebagai instruction + style preset.


Struktur Prompt Leonardo (Prompt + Negative Prompt)

[MAIN PROMPT]

Negative Prompt:
[HAL YANG HARUS DIHINDARI]


Contoh Prompt Leonardo AI

Ultra-realistic 3D character, male, detailed facial features, realistic skin texture, cinematic lighting, sharp focus, professional concept art, high detail

Negative prompt:
blurry, low resolution, bad anatomy, extra fingers, distorted face


Ciri Khas Prompt Leonardo

  • Sangat terbantu dengan negative prompt
  • Cocok menggunakan:
    • keyword teknis
    • kualitas render
    • style preset
  • Lebih konsisten untuk produksi massal


👉 Tips :

Selalu isi negative prompt. Ini senjata utama Leonardo agar hasil rapi dan profesional.


Perbandingan Langsung Penulisan Prompt


1 Ide yang Sama, 3 Gaya Prompt

Ide: Potret pria dengan jaket hitam gaya sinematik


Midjourney:

Cinematic portrait of a man wearing a black jacket, dramatic lighting, dark background, ultra-detailed, photorealistic --ar 4:5


DALL·E:

A cinematic realistic portrait of a man wearing a black jacket, standing against a dark background with dramatic lighting and professional photography style.


Leonardo AI:

Cinematic realistic portrait, male wearing black jacket, dramatic lighting, ultra-detailed, professional photography


Negative prompt:

blurry, low quality, bad lighting


Kalau dirangkum secara sederhana:

  • Midjourney → pikirkan seperti seniman visual
  • DALL·E → pikirkan seperti bercerita ke manusia
  • Leonardo AI → pikirkan seperti instruksi teknis ke mesin


Tidak ada AI yang "paling bagus". Yang ada adalah:

Prompt yang tepat untuk AI yang tepat.


Kalau kamu ingin hasil maksimal, jangan hanya ganti platform—ganti juga cara berpikir saat menulis prompt.


Semoga artikel ini membantu kamu naik level dari sekadar "coba-coba prompt" menjadi prompt engineer yang paham strategi. 🚀


Kalau mau, saya bisa lanjutkan dengan:

  • template prompt siap pakai
  • studi kasus before–after prompt
  • atau optimasi prompt khusus konten Instagram & bisnis


Artikel sudah saya susun rapi di canvas dengan gaya santai tapi tetap teknis ala praktisi, Strukturnya sudah mencakup:

  • Pengenalan mindset prompt
  • Karakter unik tiap AI (Midjourney, DALL·E, Leonardo)
  • Struktur prompt ideal
  • Contoh konkret
  • Tips ahli
  • Perbandingan langsung 1 ide = 3 prompt
  • Kesimpulan strategis (bukan sekadar teori)